Kamis, 03 Maret 2011

Sejarah Penemuan Fosil Manusia Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern - Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu Arkeologi Biologi

Secara umum penemuan fosil manusia dari jaman ke zaman terbagi atas tiga kelompok, yaitu manusia kera, manusia purba dan manusia modern.
Yang perlu diingat adalah bahwa teori ini hanya dugaan dan tidak terbukti kebenarannya karena teori evolusi telah runtuh. Fosil manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.
A. Manusia Kera dari Afrika Selatan
1. Australopithecus Africanus
Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
2. Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.
B. Manusia Purba / Homo Erectus
1. Sinanthropus Pekinensis
Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.
2. Meganthropus Palaeojavanicus / Manusia Raksasa Jawa
Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 - 1941.
3. Manusia Heidelberg
Manusia heidelberg ditemukan di Jerman
4. Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali fosil telang belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois. Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga 500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang tengkorak.
C. Manusia Modern
Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke dalam spesies homo sapiens dengan isi volum otak kira-kira 1450 cm kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau sekarang.
1. Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
2. Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
3. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.
4. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
5. Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina
6. Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman

Sangiran Museum
Sangiran Museum
Ikhtisar 
Sangiran dikenal sebagai penemuan benda arkeologi dalam bentuk fosil dan batuan kuno di Indonesia. Museum Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, 20 km sebelah utara Solo. Situs Sangiran memiliki jangkauan yang luas 56 km ² meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe dan Plupuh)dan masuk Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Sangiran Museum merupakan daya tarik wisata yang menarik serta arena untuk mempelajari kehidupan prasejarah yang paling penting dan paling komprehensif di Asia.
Fitur 
Museum Sangiran adalah museum arkeologi yang paling lengkap di Indonesia, koleksi fosil dan benda purbakala mencapai sekitar 13.809 koleksi. Arsitektur ini sangat sederhana, seperti rumah tradisional Jawa. Bangunan ini dibagi menjadi beberapa ruangan, termasuk ruang pameran atau ruang utama, ruang laboratorium, ruang konferensi, ruang layar bawah tanah, ruang audio visual, dan penyimpanan fosil.
geologi_sangiran
Homo fosil_sangiran
Di museum dan situs dapat diperoleh informasi Sangiran lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa, yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti antropologi, arkeologi, geologi, paleoantropologi. Pada Sangiran pada tahun 1891, Eugene Dubois, antropolog Perancis menemukan fosil Pithecanthropus Erectus, pria awal tertua dari Jawa. Prof Dr Van Koenigswald pada tahun 1936 menemukan lebih banyak bukti yang mendukung teori evolusi manusia.
Pithecantropus erectus
Pithecantropus erectus
Sangiran Museum ini dilengkapi dengan teater. Ketika penggemar kuota yang memadai, VCD "The Foot Print para Bapa Fore" akan dimainkan. Tayangan berdurasi 20 menit informasi yang padat. pembentukan kubah Sangiran karena aktivitas Gunung Lawu kuno pelapukan karena hujan, terkelupasnya lapisan tanah, paparan fosil, muncul berturut-turut di layar. Pada bagian kedua episode keluarga Pithecanthropus berburu Trigonochepalus Stegodon (gajah berkepala bentuk kuno segitiga). 
sangiranmanusia purba sangiran
Memasuki museum pengunjung akan mengalami hidup di zaman kuno, diorama yang menggambarkan patung manusia purba di tengah ekosistem. Kita bisa melihat fitur wajah, bentuk tubuh, dan lingkungan kustom untuk memperoleh pemahaman tentang cara-cara mereka.
Fasilitas 
Fasilitas yang disediakan di Museum Arkeologi Sangiran, parkir Luas, penginapan, fasilitas audiovisual, panduan (pemandu), taman bermain untuk anak-anak, dan fasilitas untuk mobil mini (mobil mini), dan lain-lain.
Tiket 
Harga tiket; RP. 3000,00 / orang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar